Nasi Boran

NASBORLihatlah pada wikipedia tentang Lamongan.
Tidakkah anda tertarik untuk mengunjunginya?

Lamongan memiliki banyak ciri khas. Salah satu kuliner yang sangat khas (yang tidak dijumpai di wilayah lain) adalah nasi boran. Nasi ini terdiri dari bermacam-macam. Terdiri dari nasi, bumbu (yang sangat sedap), rempeyek, dan lain-lain.

Bumbu dari nasi boranan terdiri dari rempah-rempah yang sudah di haluskan, serta lauk yang ditawarkan oleh penjual bervariasi, diantaranya daging ayam, jeroan, ikan bandeng, telur dadar, telur asin, tahu, tempe hingga ikan sili yang lebih mahal bila dibandingkan dengan lauk-lauk lainnya.

Tidak hanya nasi boran yang terkenal di Kabupaten Lamongan. Ada juga kuliner-kuliner yang mengundang selera. Beberapa diantaranya adalah:

1. Soto Ayam Lamongan
2. Tahu Campur

Semuanya suka dengan masakan khas Lamongan. Begitu pula saya. Tapi, yang paling sering saya makan adalah nasi boranan. Harganya murah, kok. Di tukang nasi boran langganan saya, uang dua puluh ribu sudah dapat banyak sekali lauk, bisa juga sekalian dengan nasinya.

Biasanya yang menjadi lauk dari nasi boran adalah ayam, kuthuk, bandeng, sili, dan lain-lain. Pokoknya, sebut saja (semoga ada). Mungkin orang yang awam akan bertanya-tanya, “Masakan apa itu, warnanya aja merah-merah kuning enggak jelas gitu!”

Eit, jangan salah. Penampilan bisa menipu, lho. Walaupun penampilan nasi boran tidak begitu menarik, tempat jualnya keseringan di pinggir jalan, harganya murah, tidak seberapa populer di luar kota, namun rasanya SANGAT nikmat. Hahaha~ Bahkan beberapa teman saya yang notabene adalah orang dari luar Lamongan (semacam Gresik, Padang, Banjarmasin, Jakarta, Bandung) yang pindah ke sini saya tawarin nasi boran. Dan mereka suka. Silahkan coba saja, dan rasakan kenikmatan dari nasi khas Lamongan ini. Jangan pake sok gengsi, mentang-mentang jualnya di pinggir jalan, bukan di restoran.

Pokoknya, biasanya yang jual nasi boran adalah ibu-ibu paruh baya, dengan kain batik sebagai pengganti rok, baju sederhana, rambut digelung, dengan banyak makanan di depannya, duduk di pinggiran jalan (yah, paling banyak di daerah Sawahan sampai Rangge, setahu saya). Jangan mikir-mikir, pokoknya mampir saja dan cobain. Dijamin enggak ny

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.